Jejaring sosial terus berkembang selama dekade terakhir ini, dan selama beberapa tahun terakhir, posisi Facebook sebagai yang teratas di layanan jejaring sosial cukup solid untuk dijatuhkan. Masuknya Google melalui Google+, merupakan upaya Google untuk masuk ke dunia jejaring sosial yang telah banyak menyampaikan dan hampir tak terbantahkan lagi menuai kegagalan. Namun tidak diragukan pula Google+ belum memperlihatkan kekuatan mereka, dan mempunyai kesempatan terbaik untuk menuai sukses menjadi yang terpopuler. Hal ini terus berkembang dalam hal popularitas, tapi bagaimana peran Google dalam upaya menembus dunia jejaring sosial dan apa yang membedakannya dari pesaingnya? Google mempunyai sejarah panjang yang sanggup dikatakan "kacau" di dunia jejaring sosial, dan sebagian besar dari situs-situs jejaring sosial nya tidak diketahui keberadaannya oleh para pengguna internet dan juga diabaikan dari ragam jejaring sosial. Berikut ini ialah ikhtisar mengenai sejarah panjang dari ...
Cara Mengetahui Produk Bisnis Kita Bagus atau Tidak - Baguskah Produk Saya ? "Om, saya mau jualan produk A. Masih bagus gak ya marketnya ?" "Om, saya kan jualan jaket tapi harganya yang pas berapa ya?".
Hehehhe... Ngaku aja deh, banyak di antara Kamu yang sering dapet pertanyaan kayak di atas kan.?
Jangan- jangan kau sendiri juga bertanya- tanya... Yap, sesuai pengalaman saya ya produk yang bagus, yang pas, yang ciamik untuk konsumen BUKAN yang MURAH..... BUKAN yang KEREN, dll
Tapi produk yang bagus buat konsumen itu ialah produk yang menjadi SOLUSI dan BERMANFAAT
bagi mereka.Paham maksud saya ?
Jangan- jangan kau sendiri juga bertanya- tanya... Yap, sesuai pengalaman saya ya produk yang bagus, yang pas, yang ciamik untuk konsumen BUKAN yang MURAH..... BUKAN yang KEREN, dll
Tapi produk yang bagus buat konsumen itu ialah produk yang menjadi SOLUSI dan BERMANFAAT
bagi mereka.Paham maksud saya ?
- Pembeli sebenarnya membeli MANFAAT bukan FITUR yang ada pada produk tersebut.
- Pembeli membeli produk atas dasar mencari SOLUSI untuk atasi sebuah dilema pada diri mereka.
Gak percaya ?
Coba, misalkan Anda seorang designer atau buka jasa editing video. Tentu anda membutuhkan
sebuah SOLUSI yaitu perangkat editing yang mumpuni untuk pekerjaan Anda bukan ?
Contoh lagi, seorang perempuan ingin membeli sepatu. Tentunya ingin mengatasi dilema PEDE yang ada
pada dirinya.Sepatu tersebut menjadi SOLUSI atas dilema pada perempuan tersebut. Bisa
untuk pas ke kondangan, ke acara2 tertentu semoga kliatan lebih bagus dan elegan :)
Nah, hingga sini paham belum ?
Tanyakan pada diri kamu. Apakah produk kau itu menjadi "solusi" atas dilema mereka ataukah hanya berbeda saja dari toko sebelah ?
Jika perbedaan yang ada bisa dilihat oleh kasat mata maka konsumen akan - membandingkan.
Tapi, kalau produk anda tersebut mempunyai sebuah "value" atau nilai yang tidak terlihat kasat mata &
hanya konsumen saja yang bisa melihatnya (ditangkap oleh kamu), maka percaya deh.. harga berapapun bakalan dibeli! :D

Komentar
Posting Komentar