Jejaring sosial terus berkembang selama dekade terakhir ini, dan selama beberapa tahun terakhir, posisi Facebook sebagai yang teratas di layanan jejaring sosial cukup solid untuk dijatuhkan. Masuknya Google melalui Google+, merupakan upaya Google untuk masuk ke dunia jejaring sosial yang telah banyak menyampaikan dan hampir tak terbantahkan lagi menuai kegagalan. Namun tidak diragukan pula Google+ belum memperlihatkan kekuatan mereka, dan mempunyai kesempatan terbaik untuk menuai sukses menjadi yang terpopuler. Hal ini terus berkembang dalam hal popularitas, tapi bagaimana peran Google dalam upaya menembus dunia jejaring sosial dan apa yang membedakannya dari pesaingnya? Google mempunyai sejarah panjang yang sanggup dikatakan "kacau" di dunia jejaring sosial, dan sebagian besar dari situs-situs jejaring sosial nya tidak diketahui keberadaannya oleh para pengguna internet dan juga diabaikan dari ragam jejaring sosial. Berikut ini ialah ikhtisar mengenai sejarah panjang dari ...
Membangun Situs/Blog Bisnis yaitu hal yang wajib bagi pelaku bisnis online internet. Namun membangun sebuah situs bisnis juga tidak sanggup dilakukan sembarangan. Salah satunya yaitu yang harus diperhatikan (selain SEO) yaitu kelengkapan situs/blog bisnis online. Dengan membangun website, atau mengkhususkan diri pada bisnis online, sesungguhnya Anda mempunyai kesempatan untuk mempromosikan bisnis Anda. Kita ambil rujukan misalkan Anda sedang membangun jaringan bisnis online menyerupai "Peluang bisnis online tanpa repot " ataupun menyerupai "Peluang Bisnis Online apa adanya". Kelengkapan Situs/Blog Bisnis" di Internet merupakan hal yang penting untuk bisnis di internet. Sebagai pemilik blog atau situs bisnis baru, Anda tentu harus memperkenalkan diri lebih dulu kepada calon pembeli.

Seorang kolumnis bisnis di banyak sekali surat kabar, dan CEO dan Janitor dari TiceWrites Inc., "Carol Tice" membagi 5 alasan mengapa website Anda dianggap kurang asyik oleh pengunjung:
1. Informasi mengenai kontak diri Anda tidak terlihat pada home page.
Pengunjung website tentu ingin tahu siapa pengelola website, dan bagaimana cara menghubungi Anda. Bila mereka tidak sanggup melihat dimana letak nomor telepon, alamat, atau bahkan tab “Contact Us”, apa yang sanggup Anda harapkan? Tak ada gunanya menciptakan kesan kosmo, global, misterius, atau Anda ada di segala tempat, alasannya hal ini hanya menciptakan Anda terlihat amatir. Pengunjung tentu ingin melihat dimana kota daerah Anda berada, sehingga sanggup memprediksi berapa usang kira-kira barang yang dipesan hingga ke tujuannya (tujuan pengiriman barang). Adanya nomor telepon juga memudahkan pengunjung untuk eksklusif mengetahui dimana Anda berasal.
Idealnya, contact info mestinya sanggup eksklusif dilihat di bab atas web page, tanpa perlu meng-scroll ke bawah halaman web. Menuliskan contact info di bab terbawah web, dengan abjad 8 pt, berwarna putih di atas dasar abu-abu, hanya akan menyulitkan pencarian calon pembeli potensial Anda. Melengkapi informasi dan menampilkannya dengan terang tidak hanya memudahkan calon pelanggan, tetapi juga membuka peluang majalah atau surat kabar mewawancarai Anda.
2. Anda hanya menyediakan formulir fill-in email.
Tahukah Anda bahwa formulir email yang Anda sediakan di contact page tidak akan digunakan? Hal ini alasannya tidak ada orang yang ingin mengisi formulir tersebut. Pengunjung merasa tidak dikenal, dan siapa yang akan mendapatkan email mereka. Jika Anda bahagia memakai formulir alasannya sanggup menangkap data eksklusif ke dalam sistem CRM untuk Anda, atau apa pun alasan Anda, paling tidak cantumkan alamat email Anda, dan berikan pilihan untuk mengklik sebuah link.
3. Anda tidak mempunyai nomor telepon.
Selain tidak mencantumkan alamat, website Anda juga tidak menuliskan nomor telepon. Anda khawatir nomor telepon Anda disalahgunakan, atau mendapatkan telepon-telepon iseng. Makara Anda hanya mengandalkan email dan fill-in form. Padahal, cara menyerupai ini hanya menciptakan calon pembeli berpikir bahwa Anda tidak berpengalaman.
4. Halaman “About Us” tidak menceritakan kapan perusahaan Anda didirikan, dan oleh siapa.
Informasi ini tentu dibutuhkan kalau bisnis Anda sudah berkembang. Jika produk atau jasa Anda disukai orang, mereka tentu ingin mengetahui siapa yang ada di balik bisnis hebat ini. Wartawan tentu juga ingin mencari cerita-cerita unik untuk disampaikan. Misalnya, Anda ternyata bekerja sama dengan seorang sosialita dan mantan artis dewasa untuk mendirikan kafe yang sekarang menjadi daerah nongkrong dewasa itu. Bagaimana persahabatan Anda berakhir dengan bisnis ber-omzet besar ini, itulah yang menarik bagi pelanggan.
5. Halaman “News” atau “Press” tidak mempunyai kontak untuk media.
Anda mempunyai halaman khusus untuk press release, kliping artikel dari majalah atau suratkabar yang pernah memuat artikel wacana bisnis Anda, tetapi Anda tidak menyediakan kontak untuk media lain yang ingin menghubungi Anda. Bila calon pembeli tidak punya cukup waktu untuk mencari kontak Anda (padahal kebutuhan sudah mendesak), atau wartawan sudah menghadapi deadline, mereka tak akan membuka halaman Anda lagi lain waktu.
Sayangnya, banyak pemilik bisnis kecil yang tidak memperlihatkan informasi yang lengkap untuk pengunjungnya. Padahal, kurangnya informasi ini akan mengundurkan niat pengunjung untuk berbelanja atau bergabung dengan bisnis Anda.
Komentar
Posting Komentar